Kabupaten Nunukan Kunker Ke Kabupaten Belitung Timur
Studi Tiru Pengadaan ASN
Kabupaten Nunukan Kunker Ke Kabupaten Belitung Timur
MANGGAR, infobkpsdmbeltim - Pemerintah Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung Timur, Selasa (6/6/2023).
Kepala BKPSDM Kabupaten Nunukan H Sura’i, S.Sos., M.A.P dalam paparannya menyampaikan kunjungan ke Kabupaten Belitung Timur ini dilakukan berawal dari kunjungan kerja Bupati Nunukan ke Kementerian Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta berkenaan dengan pengadaan ASN dan pelaksanaan uji kompetensi tambahan bagi tenaga teknis.
“Tujuan kami studi tiru. Kami betul-betul ingin meniru apa yang dilakukan oleh Kabupaten Belitung Timur terkait pengadaan ASN dan pelaksanaan uji kompetensi tambahan bagi tenaga teknis. Ibu bupati menyampaikan jangan pulang dulu kalau belum dapat hasil,” kata Sura’i dalam pertemuan di Gedung Asesmen BKPSDM Kabupaten Belitung Timur.
Sura’i dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan banyaknya tantangan yang dihadapi dalam pengadaan ASN di Kabupaten Nunukan, seperti sulitnya untuk memenuhi formasi hingga tingginya passing grade (ambang batas) computer assesment test (CAT) yang ditetapkan pemerintah pusat. “Akhirnya banyak yang tidak lulus,” kata Sura’i didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Akhmad, Kabid Ketenagaan, Kurikulum Sastra dan Perizinan Dinas Pendidikan Asnawi, Admnistator Kesehatan Ahli Muda Sarinah, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kartini Nahumarury dan Ahli Muda Analis SDM Aparatur Apri Jusfiqar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur Drs. Sarjano mengakui memang bukan hal mudah menuntaskan persoalan pengadaan ASN khususnya PPPK tenaga guru. Daerah, lanjut Sarjano, harus melakukan perhitungan terhadap anggaran yang digunakan. Anggaran itu tidak hanya untuk gaji guru namun juga untuk tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Begitu pun untuk tenaga kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur Muhamad Yulhaidir, S.Si M.Kes dalam pertemuan itu juga mengakui banyak tantangan yang hadapi daerah dalam pengadaan ASN tenaga kesehatan. Standar passing grade CAT yang dinilai tinggi, kata Yulhaidir, pada akhirnya membuat banyak calon ASN tenaga kesehatan seperti perawat, bidan maupun dokter tidak lulus. Persoalan lainnya adalah bagaimana menempatkan ASN tenaga kesehatan itu untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh dari perkotaan, seperti di pulau terpencil.
Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung Timur Bayu Priambodo S.E M.T mengatakan pengadaan ASN khususnya untuk pranata komputer (prakom) sudah sejalan dengan visi misi Bupati Belitung Timur. Bupati, lanjut Bayu, ingin index Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Belitung Timur meningkat dari tahun lalu. Oleh sebab itu prakom yang lulus seleksi ini harus mampu mengerjakan SPBE tersebut.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Belitung Timur Hendri Yani, S,IP, M.IDS, M.Ec.Dev menyampaikan dalam pelaksanaan pengadaaan ASN maupun pelaksanaan uji kompetensi tambahan tenaga teknis, BKPSDM Kabupaten Belitung Timur tentu tidak lepas dari koordinasi dengan berbagai pihak. “Untuk guru dengan Dinas Pendidikan, untuk tenaga kesehatan dengan Dinas Kesehatan dan untuk uji kompetensi tambahan khususnya prakom kami berkoordinasi dengan Diskominfo, karena mereka yang membuat soal dan melakukan penilaian terhadap peserta,” kata Hendri.
Pertemuan kunker ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Kabupaten Belitung Timur, H. Sayono, S.AP. Usai menyampaikan ucapan selamat datang di Negeri Satu Hati Bangun Negeri, Sayono menyampaikan harapan agar pertemuan ini menghasilkan konstribusi kontibusi positif bagi kedua kabupaten, khususnya peningkatan pelayanan kepegawaian. “Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berharap dari pengalaman yang ada dan telah dilaksanakan ini dapat memberikan gambaran kepada rombongan dari Kabupaten Nunukan berkenaan dengan pengadaan ASN baik pada formasi 2021, 2022 dan rencana 2023,” kata Sayono.



